Proposal Skripsi Sistem Informasi



A.    PENDAHULUAN
1.      Latar Belakang
PT. Komering Jaya Perdana didirikan pada tanggal 20 Juli 2003 dengan akte Notaris No. 19 perusahaan ini merupakan badan usaha yang bergerak di bidang pengolahan karet yang berlokasi di Jl. Arif Rahman Hakim No. 14B Way Halim Permai Bandar Lampung. Perusahaan tersebut berpusat di Kabupaten Tulang Bawang

Pada PT. Komering Jaya Perdana dalam hal pengolahan data hasil produksi dan data pemasaran masih ditemukan kendala dalam sistem kerjanya. Kerena sistem yang selama ini dijalankan masih dilakukan dengan cara menggunakan progam aplikasi Microsoft Excel sehingga proses pembuatan laporannya membutuhkan waktu lama dan sarana promosi yang masih belum terjangkau masyarakat luas.

Sistem pengolahan data pada PT. Komering Jaya Perdana saat ini memiliki beberapa kelemahan seperti masih sulitnya pencarian data atau pengecekan data hasil produksi dan data pemasaran, serta belum terbentuknya pengolahan data yang cepat sehingga sulitnya mendapatkan informasi dan lamanya pembuatan laporan.
2.      Identifikasi Masalah
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan teridentifikasi masalah yang ada dalam sistem pengolahan data hasil produksi dan pengolahan data pemasaran adalah sebagai berikut :
  1. Sering terjadinya keterlambatan dalam pembuatan laporan maupun penyajian laporan data hasil produksi dan laporan pemasaran yang selama ini berjalan.
  2. Masih membutuhkan waktu yang lama dalam proses pengecekan data, bila data tersebut dibutuhkan.
  3. Kurangnya sarana promosi hasil produksi.
3.      Rumusan Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah maka rumusan masalah pada penelitian ini adalah “Bagaimana Merancang Sistem Informasi Data Produksi dan Data Pemasaran pada PT. Komering Jaya Perdana” agar dapat memberikan informasi yang lebih detail dan sebagai sarana promosi.
4.      Batasan Masalah
Agar penelitian yang dilakukan tidak meyimpang dari permasalahan yang akan dibahas, maka peneliti membatasi ruang lingkup permasalahan yang akan dibahas sebagai berikut:
  1. masalah yang dibahas hanya sebatas pada pengembangan sitem informasi utnuk pengolahan data hasil produksi dan data pemasaran pada PT. Komering Jaya Perdana;
  2. bagian yang diteliti yaitu bagian pengolahan data hasil produksi dan data pemasaran, dan tidak membahas pengendalian bahan baku;
  3. bahasa pemrograman yang digunakan adalah PHP (Hypertext Preprocessor).

5.      Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk:
  1. mengetahui bagaimana cara pengolahan data hasil produksi dan data pemasaran karet yang berlangsung selama ini;
  2. mempercepat waktu dalam mengerjakan suatu pekerjaan serta mempermudah dalam pencarian dan penyajian informasi yang dibutuhkan;
  3. sebagai sarana promosi hasil produksi PT. Komering Jaya Perdana.
6.      Manfaat Penelitian
Adapun manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
  1. sistem informasi ini diharapkan memberikan kemudahan dalam pengolahan data hasil produksi dan data pemasaran pada PT. Komering Jaya Perdana.
  2. Mempercepat waktu dalam mengerjakan suatu pekerjaan serta mempermudah dalam pencarian dan penyajian informasi yang dibutuhkan.
  3. Serta sebagai sarana promosi hasil produksi PT. Komering Jaya Perdana sehingga dapat meningkatkan penjualan hasil produksi.

B.     LANDASAN TEORI
1.      Produksi
Kata produksi berasal dari kata production, yang secara umum dapat diartikan membuat atau menghasilkan suatu barang dari berbagai bahan lain.
2.      Pemasaran
Pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial yang di lakukan oleh individu ataupun kelompok dalam memperoleh kebutuhan dan keinginan merika, dengan cara membuat dan mempertukarkan produk dan nilai  dengan pihak lain (Kotler Philip dan Gary Amstrong, 2000).
3.      Sistem
Sistem dapat diartikan sebagai jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau menyelesaikan suatu sasaran tertentu. Adapun pengertian sistem menurut Jogiyanto (2005) adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul untuk melakukan kegiatan atau menyelesaikan suatu sasaran tertentu.
4.      Informasi
Informasi adalah data yang di olah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya.(Jogiyanto,2005) Gambar 2.1 berikut ini menunjukkan bagaimana suatu informasi dihasilkan :



 




Gambar 1. Siklus Informasi


5.      Sistem Informasi
Sistem informasi menurut Robert A. Leitch dan K. Roscoe Davis adalah suatu sistem didalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan  pengelolaan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategis dari suatu organisasi, dan penyediaan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan (Jogiyanto, 2005 ).
6.      Kualitas Sistem Informasi
Menurut Jogiyanto (2005), dalam bukunya Analisis dan Desain Sistem Informasi,  kualitas dari suatu informasi (quality of information) tergantung dari tiga hal yaitu akurat, tepat pada waktunya, dan relevan.
a.       Akurat (accurate), berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak bias atau menyesatkan. Akurat juga berarti informasi harus jelas mencerminkan maksudnya.
b.      Tepat pada waktunya (timelines), berarti informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat. Informasi yang sudah usang tidak akan berarti lagi.
c.       Relevan (relevance), berarti informasi tersebut bermanfaat bagi pemakainya.
7.      Nilai Informasi
Nilai dari informasi (value of information) di tentukan dari dua hal yaitu manfaat dan biaya mendapatkannya. Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif di bandingkan dengan biaya yang di keluarkannya, akan tetapi perlu diperhatikan bahwa informasi yang digunakan dalam suatu sistem informasi umumnya digunakan untuk beberapa kegunaan
8.      Komponen Sistem Informasi
a.       Blok masukan merupakan input
b.       Blok keluaran
c.        Blok model
d.       Blok teknologi, Teknologi terdiri dari tiga bagian utama yaitu, teknisi (brainware), perangkat lunak (software), dan perangkat keras (hardware).
e.        Blok basis data
f.       Blok kendali
 (Jogiyanto, 2005).
9.      Data
Data merupakan bentuk yang masih mentah yang belum dapat bercerita banyak, sehingga perlu diolah lebih lanjut (jogiyanto. 2005).
10.  Database
Basis data adalah kumpulan file-file yang mempunyai kaitan antara satu file dengan satu file lainnya sehingga membentuk suatu bangun data untuk menginformasikan suatu perusahaan, instansi dalam batasan tertentu (Harianto Kristanto, 1994).
Penyusunan basis data digunakan untuk mengatasi masalah-masalah pada penyusunan data, antara lain:


a.            Redudansi dan inkonsistensi data
Jika file-file dan program aplikasi diciptakan oleh programmer yang berbeda pada waktu yang berselang cukup panjang, maka ada beberapa bagian data mengalami penggandaan (redudancy) pada file yang berbeda. Penyimpanan data yang sama berulang-ulang dibeberapa file dapat mengakibatkan juga inkonsistensi atau tidak konsistensi. Hal ini terjadi suatu file pada record diubah tanpa mengubah file yang sama pada record yang lain.
b.           Kesulitan pengaksesan data
Kesulitan dalam pengaksesan data timbul bila suatu saat terjadi pengolahan data yang kompleks dan dalam jumlah yang besar, sementara belum tersedia program untuk menunjang hal itu.
c.            Isolasi data untuk standarisasi
Jika data tersebar beberapa file dalam format yang tidak sama, maka ini akan menyulitkan dalam menulis program aplikasi untuk mengambil dan menyimpan data. Maka data harus dalam suatu database yang dibuat satu format sehingga mudah dibuat program aplikasinya.
d.           Banyak pemakai (Multiple User)
e.            Dalam rangka mempercepat daya guna sistem dan mendapat respon waktu cepat, beberapa sistem mengizinkan banyak pemakai untuk meng-update data nantinya akan dipakai dalam waktu yang berbeda
f.            Masalah kesatuan (Integritas)
Database berisi file-file yang saling berkaitan, masalah utamanya adalah bagaimana kaitan antara file tersebut terjadi.
g.           Masalah keamanan (Security)
Setiap merancang suatu database, masalah keamanan (security) harus sangat diperhatikan, agar setiap pemakai (user) tidak dapat mengakses semua data (Harianto Kristanto, 1994).
11.  Alat Perancangan  Sistem
a.      Bagan Alir Dokumen
Bagan alir dokumen merupakan bagan alir yang menunjukan arus dari    laporan formulir termasuk tembusan-tembusannya. Simbol bagan alir dokumen standar dan simbol-simbol bagan alir dokumen non standar  adalah sebagai berikut.

Simbol

Keterangan

Dokumen

Menunjukkan dokumen input dan output baik untuk proses manual, mekanik atau komputer
Proses Manual

Menunjukkan pekerjaan manual
Simpanan Offline

Menunjukkan Arsip
Proses Komputer


Menunjukkan proses dari operasi program komputer
Hardisk


Menunjukkan input-output menggunakan harddisk
Keyboard


Menunjukkan input yang menggunakan keyboard
Disket


Menunjukkan input-output menggunakan disket

Display Monitor

Menunjukkan output yang ditampilkan di monitor
Keputusan

Digunakan untuk penyelesaian kondisi

Penghubung
Digunakan untuk menunjukkan  sambungan dari bagan bagan alir yang terputus aman  yang sama atau ke halaman berikutnya.
Gambar 2. Simbol bagan alir dokumen standar


          Simbol

Keterangan

Uang



Digunakan untuk menunjukan simbol uang

Barang



Digunakan untuk menunjukan simbol uang

Gambar 3. Simbol bagan alir dokumen non standar

b.      Diagram Konteks
Diagram konteks adalah suatu alat yang digunakan untuk menggambarkan alir data dan interaksi sistem secara umum. Ada tiga simbol yang digunakan pada kontek diagram untuk menggambarkan alir data, yaitu:

1.       Proses (Process), simbol yang digunakan:

2.       Kesatuan Luar (External Entity), simbol yang digunakan:

3.       Arus Data (Data Flow), simbol yang digunakan:
 



c.       Diagram Arus Data (Data Flow Diagram)
Diagram arus data adalah suatu alat yang digunakan untuk menggambarkan suatu sistem yang telah ada atau sistem baru yang akan dikembangkan secara logika tanpa memperhitungkan lingkungan fisik dimana data tersebut mengalir atau disimpan.
Beberapa alat yang digunakan pada diagram arus data, yaitu:
1.      Kesatuan Luar (External Entity)
Kesatuan luar (external entity) merupakan kesatuan (entity) yang berada di  lingkungan luar  sistem yang dapat berupa orang, organisasi, atau sistem   lainnya yang berada  di  lingkungan  luar sistem yang memberikan input atau menerima output dari sistem. (Jogiyanto, 2005)
Simbol yang digunakan untuk menggambarkan kesatuan luar, yaitu:


2.      Arus Data (Data Flow)
Arus data dalam data flow diagram digunakan untuk menggambarkan arus data yang mengalir  diantara  process  (proses),  data store (simpanan data)  dan external entity (kesatuan luar).  Simbol yang digunakan:


















 


3.      Proses (Process)
Proses adalah suatu kegiatan atau kerja yang dilakukan oleh orang, mesin, atau komputer dari hasil suatu arus data yang masuk ke dalam proses untuk dihasilkan arus data yang akan keluar dari proses. Simbol yang digunakan untuk menggambarkan proses, yaitu:


4.      Simpanan Data (Data Stores)
Simpanan data merupakan simpanan dari data yang diantaranya dapat berupa:
1.      suatu file atau database pada sistem komputer;
2.      suatu arsip atau catatan manual;
3.      suatu kotak tempat data di meja seseorang;
4.      suatu tabel acuan manual;
5.      suatu agenda atau buku.

Simbol yang digunakan untuk menggambarkan penyimpanan, yaitu:


 



d.      Entity Relationship Diagram (ERD)
ERD merupakan salah satu cara untuk mengorganisasikan data yang telah dikumpulkan, yang memperlihatkan entity-entity serta hubungan antar entity yang ada (Dewi Kania Widyawati, 2004).
Notasi-notasi simbolik di dalam Diagram E-R yang dapat kita gunakan adalah sebagai berikut:
Tabel 2.3. Simbol-simbol Diagram E-R
Simbol
Keterangan
Himpunan Entitas
Atribut
Link/ relasi/ hubungan
Himpunan Relasi

Simbol-simbol pada tabel diatas dijelaskan sebagai berikut.
1.      persegi panjang, menyatakan himpunan entitas;
2.      lingkaran, menyatakan atribut;
3.      garis, sebagai penghubung antara himpunan relasi dan himpunan entitas dengan atributnya;
4.      kardinalitas relasi dapat dinyatakan dengan banyaknya garis cabang atau dengan pemakaian angka (1 dan 1 untuk relasi satu-ke-satu, 1 dan N untuk relasi satu-ke-banyak atau N ke N untuk relasi banyak ke banyak.
12.  Normalisasi
Normalisasi dapat didefinisikan sebangai upaya pemodelan basis data dari bentuk yang tidak terstruktur hubungan datanya ke bentuk basis data yang lebih terstruktur dan jelas hubungan antara datanya.
Beberapa bentuk normalisasi, antara lain:
a.        Bentuk tidak normal (Unnormalized form)
b.      Bentuk normal pertama (INF)
c.       Bentuk normal kedua (2NF)
d.      Bentuk normal ketiga (3NF)
e.       Bentuk normal keempat (4NF)
13.  Bagan Alir Program
Bagan alir program adalah alat bantu yang digunakan untuk merancang logika yang diperlukan pada suatu aplikasi. Bagan tersebut menampilkan aliran program secara global. Simbol-simbol bagan alir program adalah sebagai berikut.

Simbol

Keterangan

Input/Output

Digunakan untuk mewakili data input/output
Proses

Digunakan untuk mewakili suatu proses
Aliran Data


Digunakan untuk menunjukan arus dari proses
Penghubung

Digunakan untuk menunjukan sambungan dari bagan alir yang terputus pada halaman yang sama atau halaman lain
Keputusan

Digunakan untuk menunjukan penyelesaian kondisi didalam program
Prosedur


Digunakan untuk menunjukan suatu operasi yang rinciannya ditujukan ketempat lain
Titik Terminal

Digunakan untuk menunjukan awal dan ahir dari suatu proses

Gambar 5.  Simbol bagan alir program
14.  Metode Pengembangan Perangkat Lunak
Metode pengembangan sistem informasi pada penelitian ini adalah rekayasa perangkat lunak dimana prosesnya disebut dengan rekayasa sistem menggunakan salah satu metode penelitian pengembangan sistem yaitu model Systems Development Life Cycle (SDLC) seperti Diagram model Gambar 1.
 









Gambar 6. Diagram Pengembangan Sistem SDLC

Keterangan:
1.      Analisis dan Rekayasa Sistem
Software merupakan bagian dari sebuah sistem informasi manajemen (SIM). Tahap analisis dan rekayasa sistem dilakukan untuk mendapatkan gambaran yang meluas pada lingkup sistem.
2.      Analisis Persyaratan
Tahap analisis persyaratan difokuskan lebih terarah ke software. Analisis persyaratan berusaha mengetahui aspek what. Tahap ini banyak memakai pemakai dan pengembang SIM.
3.      Perancangan
Tahap perancangan bertujuan menerjemahkan persyaratan menjadi suatu bentuk reperesentasi yang dapat dievaluasi kualitas sebelum tahap coding dilakukan.
4.      Coding (penulisan Program)
Coding merupakan tahap penerjemahan rancangan kedalam bentuk yang dapat dimengerti Komputer.
5.      Pengujian
Tahap ini berfokus pada pengujian rincian logika software. Pengujian bertujuan mengungkapkan dan menghilangkan kesalahan-kesalahan yang da sehingga software bekerja sesuai dengan yang diharapkan.
6.      Pemeliharaan
Tahap pemeliharan meliputi kegiatan-kegiatan koreksi kesalahan dan penyesuaian software terhadap perubahan lingkungannya.
C.    METODOLOGI PENELITIAN
Pada penelitian ini menggunakan System Development Life Cycle (SDLC) yang terkover dalam model Waterfall. Implementasi dari tahapan-tahapan pada model Waterfall ini sebagai berikut.
1.      Perencanaan (planning)
Pada tahapan ini, penulis mengumpulkan semua kebutuhan elemen sistem dan mengalokasikannya pada sistem yang ada, dan berkaitan dengan penentuan kebutuhan pengguna. Perencanaan yang harus dipersipakan meliputi:
a.       Tujuan dari website yang akan dicapai adalah sistem informasi berbasis website PT. Komering Jaya Perdana untuk meningkatkan pelayanan kepada anggota dan masyarakat.
b.      Website ini berfungsi sebagai media promosi alternatif yang menyediakan informasi registrasi keanggotaan, pemesanan produk hasil produksi, informasi hasil produksi,  dan spesifikasinya yang dapat dipesan secara online.
Metode penelitian yang digunakan dalam melakukan penelitian ini adalah sebagai berikut :
a.       Observasi
Pengumpulan data yang dilaksanakan dengan secara langsung melihat dan mempelajari sistem khususnya PT. Komering Jaya Perdana.
b.      Studi Pustaka
Studi kepustakaan dilakukan dengan cara membaca, mengutip dan membuat catatan yang bersumber pada bahan-bahan pustaka yang mendukung dan berkaitan dengan penelitian ini.
2.      Analis (analysis)
Penelitian ini dilakukan di PT. Komering Jaya Perdana dengan mempelajari sistem kerja bagian produksi dan pemasaran. Analisis ini berfungsi untuk mengetahui kekurangannya, dan hasil analisis ini sebagai dasar pengembangan sistem yang diharapkan bermanfaat untuk kemajuan organisasi untuk masa selanjutnya.
a.      Perangkat Keras (hardware) yang diusulkan
Perangkat keras yang diusulkan untuk mengimplementasikan website ini sebagai berikut.
1.      Spesifikasi minimum
a.       Processor Intel P3 866 Mhz
b.      VGA 16 MB
c.       RAM 128 MB
d.      Harddisk 20 GB
e.       SVGA monitor
f.       Soundcard standar
g.      CD room
h.      Keyboard dan mouse standar

2.      Spesifikasi yang dianjurkan
a.       Processor Intel Pentium 4/ setara
b.      AGP standar/ onboard
c.       Soundcard standar
d.      RAM 256 MB
e.       Harddisk 80 GB
f.       SVGA monitor
g.      DVD Combo
h.      Keyboard dan mouse standar

Spesifikasi hardware minimum dan dianjurkan di atas diharapkan website dapat berjalan optimal. Spesifikasi hardware yang kurang memadai dapat menimbulkan hambatan terutama saat mengeksekusi halaman-halaman website yang berisi database, gambar, foto, animasi, dan lainnya.
b.      Sistem Operasi yang diusulkan
Sistem Operasi yang digunakan untuk menjalankan website ini adalah Microsoft Windows XP.
c.       Perangkat Lunak (Software) yang digunakan
Perangkat lunak yang digunakan untuk merancang website ini adalah editor macromedia dreamweaver MX 2004, flash MX 2004, dsn Photoshop. Bahasa script yang digunakan adalah PHP dengan database MySQL, sedangkan webserver yang digunakan adalah Apache dengan browser Internet Explorer.
d.      Alur Sistem Pemasaran Hasil Produksi yang Berjalan
1.      Bagian Pemasaran menawarkan hasil produksi kepada konsumen dengan membawa sampel (contoh) hasil produksi.
2.      Konsumen melakukan negosiasi dengan hasil produksi yang ditawarkan, bila konsumen berminat maka bagian pemasaran membuatkan order pemesanan hasil produksi.
3.      Bagian pemasaran membuat order pemesanan sebanyak tiga rangkap, yang didistribusikan ke bagian administrasi, konsumen dan dijadikan arsip.
4.      Bagian administrasi membuatkan nota pengeluaran hasil produksi sebanyak tiga rangkap yang didistribusikan ke bagian hasil produksi dan rangkap pertama diarsipkan.
5.      Bagian hasil produksi mencatat dalam kartu persediaan hasil produksi, sebagai arsip dan nota pengeluaran hasil produksi didistribusikan ke bagian pemasaran.
6.      Bagian pemasaran mendistribusikan hasil produksi ke konsumen beserta nota pengeluaran hasil produksi.
7.      Bagian pemasaran mendistribusikan nota pengeluaran ke bagian administrasi untuk dicatat dalam laporan pengeluaran.
8.      Bagian administrasi membuat laporan penjualan hasil produksi yang kemudian diserahkan ke manager, bagian hasil produksi untuk diarsipkan.

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar 8.
Mapping Chart Sistem Penjualan Hasil Produksi
Bagian Pemasaran
Konsumen
Bagian Administrasi
Hasil Produksi
Manager































Gambar 8. Sistem Penjualan Hasil Produksi


Kelemahan sistem bagian produksi yang sedang berjalan
1.      pengolahan data hasil produksi dan pemasaran hasil produksi masih dilakukan dengan cara pencatatan pada buku besar.
2.      setelah dicatat dalam buku besar, data-data hasil produksi dan pemasaran hasil produksi diolah dengan menggunakan Microsoft Excel, hal ini dapat mengakibatkan kurang efektifnya dalam pembuatan laporan dan pencarian data-data tersebut.

e.       Alur sistem bagian pemasaran yang sedang berjalan

1.      Manager merencanakan sarana promosi untuk pemasaran hasil produksi yang kemudian diserahkan kepada bagian pemasaran.
2.      Bagian pemasaran mengumpulkan data-data untuk dijadikan sarana iklan dan promosi.
3.      Bagian pemasaran merancang dan membuat iklan serta sarana promosi dalam bentuk media-media (pamflet, elektronik dan cetak) kemudian didistribusikan ke konsumen.
4.      Kosumen menerima informasi dalam bentuk pamflet, iklan di media cetak, dan media elektronik.





Mapping Chart Sistem Bagian Pemasaran

Konsumen
Manager
Pemasaran












































Gambar 9. Diagram Alur Bagian Pemasaran

Kelemahan sistem bagian pemasaran yang berjalan
1.      pemesanan yang dilakukan oleh konsumen dilakukan dengan menggunakan telpon, sehingga penyampaian informasi hasil produksi belum optimal. Dan hanya konsumen yang telah terdata saja dapat mengetahui hasil produksi yang dihasilkan.
2.      sarana promosi masih menggunakan media cetak dan elektronik lokal, sehingga hanya masyarakat lokak saja yang dapat mengetahui informasi-informasi yang dikeluarkan oleh PT. Komering Jaya Perdana.
3.      Perancangan (design)
Pada tahapan ini proses desain sistem dibagi berdasarkan kebutuhan-kebutuhan berdasarkan analisis ke dalam bentuk yang mudah dimengerti pengguna.
a.       Sistem yang diusulkan
Sistem yang diusulkan pada penelitian ini dijelaskan menggunakan konteks diagram dan Data Flow Diagram (DFD).



Gambar 10. Diagram Konteks Sistem Informasi PT. Komering Jaya Perdana



Gambar 11. DFD Level 1 Sistem Informasi PT. Komering Jaya Perdana

 
 




D.    RENCANA PENELITIAN
Perencanaan pengembangan perangkat lunak ini berdasarkan jadwal sebagai berikut:
No
Kegiatan
Juni 2007
Juli 2007
Agustus 2007
I
II
III
IV
I
II
III
IV
I
II
III
IV
1
System Enggineering












2
Analisis












3
Design












4
Code












5
Testing












6
Pembuatan Laporan





























E.     DAFTAR PUSTAKA
Fathansyah. 2004. Basis Data. Informatika. Bandung.
Jogiyanto H.M. 2001. Analisa Disain dan Sistem Informasi. Andi. Yogyakarta.
Sutanta, Edhy. 2003. Sistem Informasi Manajemen. Graha Ilmu. Yogyakarta.

3 Komentar

Lebih baru Lebih lama